Teks Tajhiz Jenazah Kamil May 2026

Syarat Jenazah yang Dimandikan:

Rukun dan Tata Cara Memandikan:

1. Niat Orang yang memandikan (jika laki-laki) dianjurkan berniat di dalam hati:

"Nawaytu ghasla hażal-mayyiti lillahi ta'ala." (Saya niat memandikan mayit ini karena Allah Ta'ala).

2. Menutup Aurat Aurat jenazah harus ditutup sejak awal proses pembersihan hingga selesai.

3. Membersihkan Kotoran (Istinja) Posisikan jenazah di tempat yang tinggi (tempat tidur khusus memandikan jenazah) agar air kotor tidak mengenai badan jenazah. Bersihkan kotoran (najis) dari perut dan qubul/dubur dengan tangan kiri yang dibalut kain/spons.

4. Wudhu Lakukan wudhu untuk jenazah seperti wudhu untuk shalat, namun tanpa berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung (karena dikhawatirkan air masuk ke perut). Cukup lap bagian dalam mulut dan hidung dengan kain basah.

5. Membasuh Rambut dan Tubuh

6. Pengulangan Disunnahkan memandikan jenazah 3 (tiga) kali atau 5 atau 7 (bilangan ganjil). Jika 3 kali:

7. Mengeringkan Setelah selesai, tubuh jenazah di lap hingga kering menggunakan kain yang bersih.

(Khusus untuk jenazah Syahid, mereka tidak dimandikan dan dishalati, langsung dikuburkan dengan pakaian yang melekat di badannya).


Shalat jenazah hukumnya fardu kifayah. Berikut adalah teks niat yang dibaca di dalam hati saat takbiratul ihram:

a. Jika Jenazah Laki-laki:

b. Jika Jenazah Perempuan:


Rukun Shalat Jenazah (Tertib): Shalat jenazah hukumnya Fardhu Kifayah. Tata caranya berbeda dengan shalat fardhu 5 waktu karena tidak ada ruku', sujud, dan duduk. teks tajhiz jenazah kamil

1. Niat Niat shalat jenazah harus di dalam hati. Lafadz niat untuk jenazah laki-laki:

"Ushalli 'ala hażal-mayyiti arba'a takbiratin fardhal-kifayati makmaman/imaaman lillahi ta'ala." (Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum/imam karena Allah Ta'ala).

Untuk perempuan, lafaznya diganti menjadi "hazihil-mayyitati".

2. Takbir Pertama Takbiratul Ihram (Allahu Akbar), lalu membaca Surat Al-Fatihah.

3. Takbir Kedua Takbir (Allahu Akbar), lalu membaca Shalawat Nabi (Shalawat Ibrahimiyah).

"Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad..." (seperti shalawat akhir dalam shalat biasa).

4. Takbir Ketiga Takbir (Allahu Akbar), lalu membaca Doa untuk Jenazah. Doa standar (Ringkas): Syarat Jenazah yang Dimandikan:

"Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bil-ma'i wats-tsalji wal-barad, wa naqqihi minal-khataya kama naqqaitats-tsaubal-abyadha minad-danasi, wa abdilhu daran khairan min darihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul-jannata, wa a'idzhu min 'adzabin-qabri wa min 'adzabin-nar." (Ya Allah, ampunilah dia, sayangilah dia, sejahterakanlah dia... dan maafkanlah dia...).

(Jika jenazah perempuan, lafaz "lahu" diganti "laha", "min zaujihi" diganti "min zaujiha").

5. Takbir Keempat Takbir (Allahu Akbar), lalu membaca Doa Penutup.

"Allahumma la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba'dahu waghfir lana wa lahu." (Ya Allah, janganlah Engkau hilangkan pahala kami padanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia).

6. Salam Salam ke kanan dan ke kiri (Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh).


  • “Kamil” means complete or comprehensive. Hence, Teks Tajhiz Jenazah Kamil is a complete textual guide containing the Arabic prayers, intentions (niyyah), and step-by-step procedures for each stage.

  • It is widely used by Islamic funeral volunteers (e.g., pengurus jenazah in Malaysia/Indonesia) and community religious leaders. Rukun dan Tata Cara Memandikan: 1