A stunning black-and-white opera overture. Slow motion, haunting baroque music, and the accidental death of a toddler. It is artful, painful, and sets a tone of absolute dread.
Saat tayang perdana di Festival Film Cannes 2009, film ini memicu protes besar-besaran. Charlotte Gainsbourg tetap memenangkan penghargaan Aktris Terbaik, sementara Lars von Trier dinyatakan sebagai persona non grata oleh juri (meskipun mereka memberinya hadiah khusus yang dia tolak).
Roger Ebert memberinya 4 dari 4 bintang, menyebutnya "sebuah film yang dibuat oleh seorang pria yang berada di dalam neraka pribadinya." Sementara Peter Bradshaw dari The Guardian menyebutnya "tontonan yang membuat mual dan tidak bertanggung jawab."
Seiring waktu, Antichrist diakui sebagai salah satu film horor psikologis paling berani abad ke-21. nonton antichrist -2009-
If you are ready to nonton Antichrist, prepare for three distinct chapters:
Jawabannya: Tergantung. Jika Anda adalah mahasiswa film, sinefil, atau penggemar berat cinema of transgression (sinema pelanggaran), maka wajib nonton. Ini adalah studi kasus tentang bagaimana rasa sakit bisa difilmkan.
Namun, jika Anda hanya ingin hiburan di akhir pekan, jauhkan remote Anda. Biarkan Antichrist tetap sebagai legenda urban sinematik yang Anda baca ulasannya daripada Anda tonton langsung. A stunning black-and-white opera overture
Ingat, ada perbedaan antara mampu menonton dan perlu menonton. Jika Anda sudah memutuskan, siapkan diri untuk berjalan melewati kegelapan "Eden" dan keluar sebagai orang yang berbeda.
Selamat menonton (dengan risiko Anda sendiri).
Apakah Anda sudah pernah nonton Antichrist -2009-? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar! (Tapi jangan tulis deskripsi adegan grafisnya, karena kami peduli pada kesehatan mental pembaca lain). Apakah Anda sudah pernah nonton Antichrist -2009-
"Antichrist" is a 2009 Danish art horror film written and directed by Lars von Trier. The film stars Willem Dafoe and Charlotte Gainsbourg as a grieving couple who descend into madness and despair after the death of their young son.
The film explores themes of grief, trauma, and the breakdown of relationships, and features intense and disturbing scenes. It received a Palme d'Or nomination at the 2009 Cannes Film Festival and divided critics, with some praising its boldness and others criticizing its graphic content.
If you're looking for a more in-depth discussion or analysis of the film, I'd be happy to provide one!
Von Trier menulis film ini saat menderita depresi berat setelah syuting Dogville. Dia mengaku bahwa Antichrist adalah terapi baginya untuk menghadapi ketakutannya pada alam dan kematian. Inilah mengapa film ini terasa sangat personal dan visceral.
Ada tiga alasan utama mengapa film ini masih menjadi topik hangat 15 tahun setelah rilis: