Doa ini tersusun atas 100 "pasal" yang di dalamnya terdapat seruan-seruan keagungan Allah. Berikut adalah cuplikan terjemahan dari salah satu bagian inti yang paling sering diamalkan:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang agung, yang jika Engkau dimohon dengan nama itu, niscaya Engkau memberi, dan jika Engkau diminta dengan nama itu, niscaya Engkau memberi, dan jika Engkau dipanggil dengan nama itu, niscaya Engkau mengabulkan."
"Maha Suci Engkau, tidak ada Tuhan selain Engkau, kebenaran (kenyataan) adalah janji-Mu. Maha Suci Engkau, tidak ada Tuhan selain Engkau, kasihilah aku, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu yang lemah."
"Maha Suci Engkau, tidak ada Tuhan selain Engkau, janganlah Engkau biarkan aku sendirian, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pewaris."
Perlu dibedakan bahwa selain Jawsyan Kabir (besar/panjang), ada juga Jawsyan Saghir (kecil). Jawsyan Saghir lebih pendek, banyak digunakan untuk wirid harian sesudah sholat fardhu. Adapun Jawsyan Kabir biasanya dibaca dalam momen-momen tertentu seperti malam Nisfu Syaban, 15 Ramadhan, atau saat terjadi musibah besar. doa jawsyan kabir dan terjemahan
Doa Jawshan al-Kabir (bahasa Arab: الجوشن الكبير) merupakan salah satu doa paling agung dan komprehensif dalam tradisi Islam, khususnya yang diriwayatkan oleh para ulama Ahlul Bait (keturunan Nabi Muhammad SAW). Doa ini dikenal sebagai "Benteng Besar" karena kandungannya yang memohon perlindungan kepada Allah dari segala macam mara bahaya, penyakit, dan kegelapan.
Pengertian Doa Jawshan al-Kabir Doa Jawshan al-Kabir (جوشن الكبير) adalah salah satu doa paling agung dan termasyhur dalam tradisi Islam, khususnya dalam mazhab Ahlul Bait. Kata Jawshan berarti "baju besi" atau "perisai", sedangkan al-Kabir berarti "yang besar". Secara harfiah, doa ini disebut sebagai "Perisai Besi yang Dahsyat" karena fungsinya sebagai pelindung bagi pembacanya dari marabahaya, musibah, dan tipu daya musuh.
Doa ini diriwayatkan telah diajarkan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW ketika Beliau sedang berada dalam medan perang yang sangat sengit. Nabi diberitahu bahwa membaca doa ini lebih utama dibandingkan seribu pasukan tentara atau seribu kali bacaan Al-Quran (dalam konteks tertentu), serta menjadi sebab keselamatan dari kematian yang mengancam.
Because Jawsyan Kabir contains rare Arabic names (e.g., Ya Dha al-Ma'arij, Ya Maljma al-Bahrayn), it is recommended to listen to a Qari (reciter) on YouTube first to master the tajweed. Etiquette: Face Qibla, be in a state of
Berikut kutipan bagian pembuka doa Jawshan Kabir dalam teks Arab (bagian awal) untuk dibaca atau diulas. (Catatan: doa lengkap sangat panjang—100 bagian—jadi di sini disajikan bagian pembuka sebagai contoh; untuk publikasi blog Anda bisa menyertakan keseluruhan teks dari sumber tepercaya atau membaginya menjadi beberapa bagian agar tidak terlalu panjang.)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللّهُ سُبْحَانَكَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْوَحِيدُ الْقَهَّارُ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ مَا أَنْتَ كَائِنٌ بِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ مَا يُحِبُّهُ قَلْبُكَ،…
(untuk kelanjutan teks lengkap, rujuk mushaf doa atau kitab‑kitab doa yang tepercaya; di blog sebaiknya cantumkan sumber teks Arab yang tervalidasi)
Doa Jawshan Kabir adalah rangkaian zikir panjang yang kaya makna—menggabungkan pujian, pengakuan sifat-sifat Allah, permohonan ampun, dan permintaan perlindungan. Untuk keperluan blog, sajikan doa ini dengan pembagian yang jelas: teks Arab, transliterasi, terjemahan, dan catatan sumber untuk setiap bagian. Ini memudahkan pembaca belajar, menghafal, dan merenungkan makna doa secara bertahap. Doa ini tersusun atas 100 "pasal" yang di
Jika Anda ingin, saya bisa:
Sebutkan pilihan Anda — “bagi 10 per posting”, “seluruh teks lengkap”, atau “contoh 1–10 dengan terjemahan”—dan saya akan siapkan sesuai.
Berikut adalah esai mengenai Doa Jawsyan Kabir beserta terjemahan dan maknanya. Esai ini ditulis dalam bahasa Indonesia dengan pendekatan tematik dan spiritual.